Media Cyber Portibi
Hukum Nasional

Banyak Tangani Kasus, Kasi Intel dan Kasipidsus Kejari Langsa Tak Bersedia Ditemui Wartawan

Keterangan Foto: Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Langsa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LANGSA(Portibi DNP): Diakibatkan banyak menangani kasus tindak pidana korupsi, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) dan Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kasipidsus Kejari) Kota Langsa, tidak bersedia ditemui wartawan saat ingin dikonfirmasi terkait kinerja lembaga penegak hukum tersebut, terkait ada tidaknya menangani dugaan kasus tidak pidana korupsi di daerah tersebut, Senin(20/6/2022).

Awal tidak bersedianya Kasi Intel dan Kasipidsus Kejari Kota Langsa ditemui wartawan, begini ceritanya. Saat memasuki kantor Kejari tersebut, seorang wartawan media online bernama Sutrisno secara prosedur melapor terlebih dahulu kepetugas piket penerima tamu dikantor kejaksaan itu.

Kemudian wartawan itu langsung memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwa ingin bertemu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Langsa, Viva Hari Rustaman, SH, maupun Kasipidsus dan Kasi Intel Kejari setempat, Syahril , SH, MH, guna melakukan wawancara tentang ada tidaknya kasus dugaan korupsi yang sedang ditangai oleh lembaga penegak hukum tersebut.

Ketika hal itu disampaikan kepada salah seorang petugas piket penerima tamu, tentang maksud dan tujuan wartawan itu ingin melakukan wawancara, petugas tersebut langsung menghubungi salah seorang staf yang ada didalam kantor kejaksaan tersebut melalui telepon selular. Setelah itu, petugas piket penerima tamu itu meninggalkan wartawan tersebut.

Tidak lama kemudian, muncul salah seorang staf dikantor kejaksaan itu menemui wartawan tersebut, dan menyampaikan bahwa Kasi Intelijen tidak bisa ditemui, karena sedang sibuk sekali dalam menangani sejumlah kasus.

“Maaf pak, Kasi Intelijen dan Kasipidsus tidak bisa ditemui, karena beliau (Kasi Intelijen sedang banyak kerjaan. Banyak kasus yang sedang ditangani pak. Bapak bisa datang minggu depan, atau minggu depannya lagi,” terang Sutrisno menirukan ucapan salah seorang staf itu, sembari mengatakan staf itu langsung meninggalkannya diruang tunggu tamu dikantor Kejari setempat.

Setelah hal itu disampaikan oleh seorang staf itu, lanjutnya, muncul lagi petugas piket pemerima tamu yang tadinya sejenak meninggalkan wartawan tersebut, kemudian menyanyakan apa ada staf yang telah menemui?. Dengan adanya pertanyaan itu, wartawan tersebut menyampaikan bahwa ada salah seorang staf menemuinya dan menyatakan bahwa Kasi Intelijen Kejari tidak bisa diditemui.

Mendengar penjelasan itu, petugas piket penerima tamu itu, kembali menghubungi staf tersebut melalui telepon selular. Dari hasil pembicaraan diantara keduanya, sambung Sutrisno, hasilnya tetap sama, dan petugas piket itu menyatakan kata maaf, bahwa benar Kasi Intelijen tidak bisa diwawancara, karena sedang sibuk.

Setelah mendengarkan penjelasan dari seorang petugas piket penerima tamu itu, tambah sutrisno, dirinya mencoba meminta agar diberikan waktu 5 menit saja untuk bisa wawancara dengan Kasi Intelijin kejari tersebut. Namun sayangnya, lanjut Sutrisno, permintaan itu tetap ditolak oleh petugas penerima tamu itu, karena petugas itu telah menyampaikan maksud dan tujuan wartawan kepada seorang staf kejaksaan tersebut, hasilnya Kasi Intel tidak bersedia untuk diwawancara dengan alasan sedang sibuk. Akibat tidak berkenannya Kasi Intelijin menerima wartawan yang ingin wawancara tersebut, akhirnya wartawan itu meninggalkan kantor Kejari Kota Langsa tersebut.

Menganggapi adanya hal itu, salah seorang wartawan senior Kota Langsa, Irwansyah menyesalkan atas sikap yang diperlihatkan pihak Kejakasaan Negeri (Kejari) Kota Langsa, yang terkesan menghindar untuk diwawancari oleh wartawan, padahal wartawan juga mitra pihak penegak hukum.

“Kalau si wartawan hanya meminta waktu 5 menit untuk wawancara tentang kinerja pihak Kejaksaan, itu kan tidak juga mengganggu kerjaan dalam menangani banyak kasus. Justru dengan adanya wartawan memberitakan kinerja mereka, berarti si wartawan itu mendukung kinerja pihak kejaksaan dalam menengakan supermasi hukum di Kota Langsa. Ya saya harap, kedepannya hal ini tidak terulang lagi lah,” ujar Irwansyah menyarankan.ST

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Related posts

Pangkoarmada II Hadiri Pengarahan Menko Polhukam dan Mendagri

Redaksi Portibi

Aksi Demo Mahasiswa GMPM Minta Bupati Madina Copot Kadis PMD

admin

Sambut Bulan Ramadan, Kakanwil Kemenkumham Jambi Jahari Sitepu Sembelih 1 Ekor Sapi

Redaksi Portibi

Leave a Comment