Media Cyber Portibi
Hukum Nasional

Korupsi Dana Desa, Mantan Datok Alur Selalas Ditahan Kejari Aceh Tamiang

Keterangan Foto : Mantan Datok Penghulu Kampung (kepala desa, res) Alur Selalas, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, berinisial ES Bin Saik, 39 tahun, diperiksa dan ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ACEH TAMIANG(Portibi DNP): Diduga melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa tahun 2021, mantan Datok Penghulu Kampung (kepala desa, res) Alur Selalas, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, berinisial ES Bin Saik, 39 tahun, diperiksa dan ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Senin (27/6/2022).

Humas Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang, yang juga selaku Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari setempat, Rajeskana, SH ditemui Portibi, diruang kerjanya, Senin, 27 Juni 2022 mengatakan, mantan Datok Penghulu Kampung Alur Selalas berinisial ES diperiksa oleh pihak penyidik Kejaksaan setempat, karena didugaan telah melakukan tindak pidana korupsi ADD tahun 2021 lalu.

“Selain kita melakukan pemeriksaan, mantan Datok Penghulu Kampung Alur Selalas tersebut, untuk sementara waktu yang bersangkutan kita tahan, dan kami titipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kualasimpang,” terang Rajeskana.

Rajeskana menambahkan, dalam proses penyelidikan dugaan kasus tersebut, pihak penyidik Kejari Aceh Tamiang, juga telah memanggil Kaur Keuangan Pemerintah Kampung Alur Selalas, berinisial IDP, dan telah membuat Berkas Acara Perkara (BAP) terhadap IDP pada tanggal 26 Januari 2022.

“Kepada penyidik IDP mengaku pada tanggal 11 Juni 2021 dirinya dan mantan Datok Alur Selalas tersebut telah menyetorkan uang sebesar Rp. 138.732.000 ke rekening Pemerintah Kampung, kemudian selang beberapa waktu mantan Datok itu meminta kepada IDP untuk melakukan penarikan kembali terhadap uang tersebut sebesar Rp. 138.732.000 tersebut, oleh karena itu IDP kembali menarik uang tersebut karena DP merasa diteror oleh mantan Datok tersebut,” jelas Rajeskana

Lebih lanjut dikatakan Rajes, pihak penyidik Kejari Aceh Tamiang, juga telah memanggil dan memeriksa Sekretaris Desa (Sekdes) Alur Selalas Is Bin Supiyan. Dalam BAP Penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, tanggal 09 Februari 2022, Is menyatakan bahwa pada tanggal 11 Juni 2021 ES (mantan Datok Alur Selalas, red) pada saat melakukan penyetoran uang sebesar Rp. 138.732.000, namun pada tanggal 7 Juli 2021 ES bersama IDP (selaku kaur keuangan, red) melakukan penarikan kembali uang tersebut sebesar Rp.138.732.000,  dan menurut Is keduanya yakni ES dan IDP telah diperingatkan oleh pihak kecamatan untuk tidak melakukan penarikan kembali karena akan dianggarkan untuk tahun berikutnya (dipergunakan sebagai SiLPA).

“Yang jelas, dugaan kasus tersebut diproses oleh pihak Pidsus Kejari Aceh Tamiang, karena adanya hasil Audit dari Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, yang menyatakan adanya kerugian negara atas dugaan penyimpangan pelaksanaan APBKampung Alur Selalas tahun 202 sebesar Rp. 417.520.427,” ungkap Rajeskana mengakhiri. (ST).

 

Print Friendly, PDF & Email

Related posts

Tuntutan JPU Kalah Telak, Hakim Vonis Berbeda Terdakwa Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Kampus Terpadu UINSU

Redaksi Portibi

KRI Unsur Satkor BKO Guspurla Koarmada II Beri Penghormatan Prajurit KRI Nanggala – 402

Redaksi Portibi

Beraksi di Warnet, Pelaku Curanmor Diringkus Petugas Polsek Medan Barat

admin portibi

Leave a Comment