Media Cyber Portibi
Sumut

Menguak Keberadaan DPO Samsul Tarigan, Diduga Masih Bersembunyi di Binjai?

 

BINJAI (Portibi DNP) : Sekilas mengenal sosok Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sumut Samsul Tarigan. Dari data yang dihimpun dari berbagai sumber, Samsul Tarigan pernah menjabat sebagai salah satu Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Binjai.

 

Namanya begitu harum kala itu. Belakangan, nama Samsul Tarigan mulai rusak lantaran dirinya diduga terlibat melakukan dugaan tindak pidana pertambangan tanpa ijin.

 

Kasusnya pun ditangani oleh Polres Binjai. Karena diduga terlibat kasus pidana, jabatan Samsul Tarigan sebagai Ketua OKP akhirnya dicopot.

 

Belakangan, pada tanggal 27 September 2019, Dirkrimsus Polda Sumut yang kala itu dijabat oleh Kombes Rony Samtana mengeluarkan surat status DPO terhadap Samsul Tarigan karena diduga melanggar Pasal 156 Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dan Pasal 109 Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

 

Dalam surat daftar pencarian orang bernomor : DPO/09/IX/2019/Ditkrimsus yang ditembuskan kepada para Kapolres dijajaran Polda Sumut disebutkan, agar dapat melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap Samsul Tarigan.

 

Namun sayangnya, dari tahun 2019 sampai 2022, Samsul Tarigan belum juga ditangkap.

 

Begitu licinkah Samsul Tarigan hingga pihak kepolisian susah menangkap Samsul Tarigan?

 

Jika dilihat dari kacamata masyarakat dan media online serta sosial media, Samsul Tarigan tidak begitu licin. Sebab, baru-baru ini Samsul Tarigan pernah berfoto dengan salah seorang anggota DPR RI. Fotonya pun sempat viral di media sosial.

 

Sama halnya di tahun 2021. Pada hari Rabu, (7/4/2021), Samsul Tarigan mendatangi dan berfoto di salah satu kantor organisasi ke wartawanan. Disana, Samsul Tarigan memberikan bantuan berupa satu buah AC.

 

Mengapa pada saat itu pihak kepolisian tidak melakukan penangkapan? Ada apa sebenarnya dengan pihak kepolisian?

 

Dari informasi yang didapat, Samsul Tarigan diduga masih berada di Binjai.

 

“Masih berada di Binjai,” kata sumber kepada portibi.id, Rabu (13/4/2022).

 

Menurutnya, Samsul Tarigan diduga bersembunyi di belakang tempat usaha diskotiknya Sky Garden.

 

“Samsul Tarigan diduga salah satu owner di diskotik Sky Garden yang sekarang berganti nama Key Garden,” ungkapnya.

 

Ia mengakui, cukup sulit memang untuk mengetahui keberadaan Samsul Tarigan di diskotik Sky Garden.

 

Sebab, pengamanan disana diduga cukup ketat. Mulai dari adanya dugaan anti siqnal untuk menghilangkan siqnal hanphone seluler.

 

Hingga, dugaan pemasangan CCTV di tempat tersembunyi untuk mengetahui siapa saja yang datang.

 

Kemudian, informasi-informasi yang diduga didapat dari para penegak hukum bilamana ada penyergapan untuk melakukan penangkapan terhadap Samsul Tarigan.

 

Selain di diskotik Sky Garden, Samsul Tarigan juga diduga sering bersembunyi di tempat usaha lapangan balapnya.

 

“Pengamanan dan lainnya sama dengan di diskotik Sky Garden, begitu ketat. Makanya, pihak kepolisian cukup sulit menangkapnya,” ujar sumber.

 

Lalu, apakah sampai disini saja peran serta masyarakat melihat kasus DPO Samsul Tarigan?

 

Tentu saja tidak? Pada hari Senin, (11/4/2022), Focus Group Discusion Pemantau Kinerja Aparatur Negara (FGD PEKAN) resmi menyurati Kapolri di Jakarta.

 

Isi surat diantaranya, meminta agar Kapolri segera melakukan evaluasi atas kinerja Kapolda Sumut dalam hal penanganan buronan Samsul Tarigan.

 

“Hampir tiga tahun sudah Samsul Tarigan ditetapkan sebagai buronan oleh Polda Sumut. Selama itu pula Samsul Tarigan tidak juga ditangkap dan ditahan,” kata Ketua Koordinator Umum FGD PEKAN Satria Aridarma SH kepada portibi.id, Senin (11/4/2022).

 

Menurutnya, Polda Sumut jangan hanya menetapkan status buronan saja terhadap Samsul Tarigan, melainkan status tersangka juga dilekatkan pada Samsul Tarigan.

 

Hal itu dilakukan, agar ada kepastian hukum terhadap status Samsul Tarigan. “Jika status tersangka juga dilekatkan, insya allah Samsul Tarigan tidak akan berani berada di Sumatera Utara ini.,” Katanya.

 

Masih menurutnya, ada perbedaan dalam persepsi buronan dengan tersangka. “Jika sudah tersangka, maka kepastian hukumnya sudah jelas. Namun, jika status buronan kepastian hukumnya masih simpang siur. Kemungkinan, para pejabat atau para penegak hukum yang berani berfoto mirip dengan Samsul Tarigan karena status hukumnya terhadap Samsul Tarigan diduga belum jelas,” ungkapnya.

 

Oleh sebab itu ia berharap, melalui surat yang dikirimkan ke Kapolri, mudah-mudahab status hukum bagi Samsul Tarigan lebih jelas lagi dan cepat ditangkap.

 

Sebelumnya, buronan kasus dugaan tindak pidana pertambangan dan penguasaan lahan perkebunan milik PTPN 2 Kebun Sei Semayang di Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai,

Samsul Tarigan (44), warga Jalan Gunung Jaya Wijaya, Lingkungan X, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.

 

Selain FGD PEKAN, PB ALAMP AKSI juga menyuarakan aspirasinya dengan akan melakukan aksi unjukrasa di Polda Sumut.

 

Dalam aksinya nanti, Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB ALAMP AKSI) bersama anggotanya meminta kepada Polda Sumut untuk menangkap buronan Samsul Tarigan terkait dugaan penguasaan lahan perkebunan milik PTPN 2 Kebun Sei Semayang di Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur.

 

Hal itu ditegaskan Ketua Umum PB ALAMP AKSI Eka Armada Danu Saptala SE kepada portibi.id, Sabtu (9/4/2022).

 

Kata Eka, dari hasil investigasi yang mereka lakukan, Samsul Tarigan diduga sering berada di Diskotik Sky Garden, yang tak lain adalah tempat usahanya.

 

Selain bersembunyi di tempat tersebut, Samsul Tarigan juga diduga sering berada di tempat usahanya yang lain, yaitu lokasi lapangan balap miliknya.

 

“Kalau penegak hukum kita mau jujur, sebetulnya mudah untuk menangkap buronan Samsul Tarigan ini. Sebab, buronan ini masih berkeliaran di sekitaran Kota Binjai,” kata Eka.

 

Oleh sebab itu, ia pun berharap kepada Kapolda Sumut untuk segera menangkap buronan Samsul Tarigan.

 

“Kita percaya Polda Sumut mampu untuk menangkap buronan Samsul Tarigan,” ujarnya.

 

Diketahui, berdasarkan tulisan di beberapa media online diketahui bahwa Samsul Tarigan (44), warga Jalan Gunung Jaya Wijaya, Lingkungan X, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, pada tanggal 28 Januari 2021 pernah dipanggil pihak Ditreskrimsus Polda Sumut untuk hadir memberi keterangan pada tanggal 1 Februari 2021.

 

Dia diminta datang untuk memberikan keterangan terkait penguasaan lahan perkebunan milik PTPN 2 Kebun Sei Semayang di Kelurahan Tunggorono, Kecamatan Binjai, terkait laporan Indra Gunawan Noer.

 

Sedangkan status buronan polisi berdasarkan surat Nomor: DPO /09/IX/2019/Ditreskrimsus pada 27 September 2019.

 

Isinya meminta Samsul ditangkap/diserahkan kepada Unit 4 Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/881/VI/2019/SUMUT/SPKT “l” tanggal 26 Juni 2021. Samsul juga disebut sudah pernah tersangkut tindak pidana pertambangan tanpa izin yang ditangani Polres Binjai, namun hingga kini belum juga ditangkap dan ditahan. (BP)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts

PA Lubuk Pakam Naik Kelas, Wabup Harap Pelayanan pada Masyarakat Bisa Lebih Prima & Berkualitas

Redaksi Portibi

Bupati Pakpak Bharat Kunjungi Kawasan Pelestarian Hutan Kapur

admin

Meski Kasus Terus Meningkat Signifikan, Ketersediaan Tempat Tidur di Sumut Relatif Aman

Redaksi Portibi

Leave a Comment